Framenews.id, Buol – Debat publik perdana Pemilihan Bupati yang digelar KPU Kabupaten Buol menjadi momen krusial bagi paslon memaparkan visi misi dan program unggulan mereka dihadapan publik, Selasa (22/10/24).
Dalam pengamatan media ini, debat publik perdana yang disiarkan langsung melalui kanal Yutube…. performa paslon Naga Bonar Risharyudi Triwibowo dan Moh Nasir Daimaroto terlihat lebih unggul dalam penguasaan materi.
Pasangan Naga Bonar, nomor urut 02 ini tampil percaya diri sepanjang debat terutama dalam sesi tanya jawab. Dalam memaparkan rencana pembangunan Naga Bonar selalu berbasis data.
hal itu menunjukkan keseriusan Naga Bonar dalam memastikan informasi yang disampaikan selalu akurat.
Dalam debat tersebut Naga Bonar menegaskan bahwa data merupakan kunci dari kebijakan berkelanjutan. Mereka berkomitmen rencana pembangunan dengan pendekatan berbasis fakta dan angka, sehingga rencana yang dibuat tidak hanya sekadar janji politik belaka.
Pasangan Bowo Timumun-Moh Nasir tidak hanya unggul dalam penguasaan materi, tetapi juga dalam menyampaikan program-program unggulan yang konkret.
Salah satu poin utama yang disampaikan pasngan Naga Bonar adalah pentingnya pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Buol, terutama dalam hal infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Naga Bonar juga menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja baru dan menarik investasi ke Kabupaten Buol untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan daya saing daerah agar Buol mampu bersaing di tingkat nasional. Ini tidak hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investor,”tegas Bowo Timumun.
Debat publik perdana ini memberikan gambaran awal mengenai kualitas dan kapasitas pasangan calon Bupati-Wakil Bupati nomor urut 02.
Pasangan Naga Bonar menunjukkan keunggulan dalam penguasaan materi, terutama dalam hal penggunaan data untuk mendukung program-program mereka.
Hal ini, menjadi poin krusial yang harus dipertimbangkan oleh masyarakat Buol dalam memilih pemimpin yang tepat untuk lima tahun ke depan.
RED














