Buol

Bupati Buol Tegaskan Keberpihakan pada Budaya dan Adat Istiadat

×

Bupati Buol Tegaskan Keberpihakan pada Budaya dan Adat Istiadat

Sebarkan artikel ini

Buol, Framenews.id – Bupati Buol, Rusharyudi Triwibowo menegaskan keberpihakannya kepada budaya dan adat istiadat yang ada di Kabupaten Buol.

Hal itu disampaikan Bupati Buol saat memberikan sambutannya pada acara Rembuk Budaya 2025, Selasa (27/5/2025) di Anjungan Leok I Kecamatan Biau.

Advertisement
Example 468x60
Scroll untuk lanjut membaca

” Di Rembuk Budaya 2025 ini akan lahir konsensus atau rekomendasi soal menjaga dan melestarikan budaya dan adat istiadat serta akan menjadi acuan dalam program program pemerintah di daerah ini,” katanya.

Bowo Timumun menyebutkan , sejumlah konsensus tersebut yakni lahirnya Peraturan Daerah tentang penguatan kelembagaan kerajaan dan dewan adat.

Selain itu kata Bowo, terbentuknya Dewan Kesenian Buol yang merupakan lembaga penguatan untuk seni dan budaya yang ada di Buol.

” Konsensus lainnya yakni terbentuknya peradilan adat. Kita belajar dari Kabupaten Sigi, Donggala dan Kota Palu yang berfungsi untuk mengadili kasus kasus tepiring yang terjadi di masyarakat,” sebutnya.

Bowo menambahkan, rembuk budaya ini juga akan merekomendasikan akan lahir literasi atau penguatan literasi adat bahasa Buol.

” Insyaa Allah Bahasa Buol akan menjadi kurikulum muatan lokal di sekolah untuk tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama atau sederajat untuk dipakai di sekolah sekolah tersebut,” ujarnya.

Bupati juga menekankan, pihaknya mendukung penuh sembilan program Berani dan program Asta Cita Presiden RI.

” Buol siap berkolaborasi dan berelaborasi dan kami Bupati Buol siap terpimpin,” tegasnya.

Sementara itu, Raja Buol, Moh. Syafri Turungku mengatakan, pihaknya menyambut baik dan mendukung sepenuhnya Rembuk Budaya untuk menjaga dan melestarikan serta mewariskan Budaya dan Adat Istiadat.

” Rembuk Budaya adalah nafas kehidupan bagi kelangsungan budaya dan adat istiadat dan forum ini bentuk nyata dan semangat menjaga serta mewariskan nilai nilai leluhur kita,” ujarnya.

Raja menyebutkan, budaya bukan sekadar warisan masa lalu melainkan penunjuk arah masa depan. Didalamnya hidup nilai, norma tata kelola sosial serta martabat masyarakat Buol.

” Tugas kita bukan hanya melestarikan tetapi juga menghidupkannya dalam keseharian dan kebijakan dalam pendidikan generasi penerus,” sebutnya.

RED

Example 468x60
error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID