Jakarta, Framenews.id – Keberadaan pelabuhan ferry dinilai sangat penting dalam membuka konektivitas antarwilayah melalui jalur laut. Selain memperlancar mobilitas barang dan penumpang, pelabuhan ferry juga diyakini mampu menciptakan pasar baru sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Semangat inilah yang kini tengah diupayakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol melalui langkah strategis bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, bertemu dengan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Pertemuan tersebut menjadi titik awal penguatan kerja sama dalam memaksimalkan potensi pelabuhan yang dimiliki Buol.
Risharyudi mengungkapkan, Buol sebenarnya telah memiliki sejumlah pelabuhan potensial, mulai dari Paleleh, Lokodidi, Leok, hingga Kumaligon. Hanya saja, hingga kini pemanfaatannya masih terbatas.
“Buol punya pelabuhan yang bisa dijadikan rute kapal barang maupun penumpang. Hasil pertanian, peternakan, dan perkebunan masyarakat sangat melimpah, hanya saja akses pasar masih terbatas karena kapal belum tersedia,” kata Risharyudi.
Menurutnya, visi PT ASDP Indonesia Ferry yang fokus pada penghubung masyarakat, layanan penyeberangan, pelabuhan terintegrasi, hingga destinasi wisata tepi air, sangat sejalan dengan arah pembangunan daerah Buol.
Bupati optimistis kerja sama ini akan membawa angin segar bagi masyarakat. Dengan hadirnya layanan ferry, jalur laut Buol diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian lokal.
“Dengan dukungan ASDP, jalur laut akan menjadi pintu gerbang konektivitas dan ekonomi baru bagi Buol. Ini adalah bagian dari cita-cita Buol Hebat,” tegasnya.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Buol tengah bergerak menuju daerah dengan konektivitas laut yang lebih terbuka, bukan hanya untuk memperkuat perdagangan, tetapi juga membuka peluang besar di sektor pariwisata dan investasi.
RED














