Pada kesempatan yang sama, Muslimun juga menguraikan kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palu yang saat ini mencapai Rp300 miliar.
Ia menyoroti perubahan kondisi PAD pasca bencana yang sempat mengalami penurunan, namun sekarang telah pulih dan diharapkan mencapai target normal pada tahun 2024.
“Dalam konteks ini, Pemkot menargetkan PAD sebesar Rp. 400 miliar pada tahun 2024. Upaya maksimal akan terus dilakukan untuk memastikan pencapaian target tersebut,”tambah Muslimun, yang juga anggota Banggar DPRD Kota Palu.
Reses tidak hanya menjadi wadah bagi Muslimun untuk memberikan informasi, tetapi juga membuka pintu bagi warga setempat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka. Dalam interaksi di enam titik lokasi, sejumlah warga menyoroti berbagai isu, termasuk kebutuhan penambahan modal usaha, infrastruktur, dan masalah-masalah seputar pendidikan serta kesehatan.
Dengan kesempatan ini, Muslimun berharap bahwa melalui dialog dan reses ini, kebijakan yang dihasilkan dapat benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Kota Palu, sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai dengan harapan dan kepentingan bersama.
RIF









