Buol, Framenews.id – Aliansi Gerakan Rakyat dan Mahasiswa (Geram) Bersatu Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, menggelar aksi di depan kantor DPRD Buol pada Senin (1/9/2025). Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari isu nasional hingga persoalan lokal di daerah.
Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Arman, dalam orasinya menegaskan agar pemerintah menurunkan pajak serta menghapus tunjangan DPR dan DPRD. Selain itu, massa juga menuntut DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset menjadi undang-undang.
“Copot Kapolri Listyo Sigit, bebaskan demonstran, serta hentikan pelanggaran HAM,” tegas Arman di hadapan peserta aksi.
Tuntutan Nasional dan Lokal
Selain isu nasional, massa aksi juga membawa sejumlah tuntutan lokal. Beberapa di antaranya terkait dengan Status tenaga honorer di Kabupaten Buol, Upah buruh dan keterlibatan serikat dalam penetapan UMK, Selesaikan konflik agraria, Pengawasan harga LPG 3 kilogram bersubsidi,
Harga tandan buah segar (TBS), palawija, dan padi serta masalah pendidikan dan kesehatan.
Mereka juga menyoroti kinerja DPRD Kabupaten Buol. Massa menilai pembuatan peraturan daerah (Perda), kegiatan reses, dan kunjungan ke daerah pemilihan (Dapil) harus lebih berpihak kepada masyarakat, bukan justru menyusahkan.
“Kami meminta DPRD Buol dalam membuat Perda memperhatikan hak-hak rakyat, bukan memberatkan masyarakat,” kata salah seorang peserta aksi.
Aksi tersebut diterima langsung oleh pimpinan DPRD Buol, yakni Ryan Nathaniel Kwendy, Karmin Kaimo, Ahmad Kuntuamas, serta sejumlah anggota dewan lainnya.
Ikbal Ibrahim, anggota DPRD Kabupaten Buol, di hadapan massa menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah membahas sejumlah rancangan peraturan daerah (Ranperda), salah satunya Ranperda tentang penyandang disabilitas.
Menutup aksinya, Aliansi Geram Bersatu mendesak agar DPRD Buol menyampaikan seluruh aspirasi mereka ke DPR RI dan pemerintah pusat.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten, Karmin OY. Kaimo menegaskan pihaknya segera menyampaikan aspirasi massa aksi ke DPR RI dan Pemerintah Pusat.
“Seluruh tuntutan teman-teman massa aksi dari Aliansi Gerakan Rakyat dan Mahasiswa (Geram) Bersatu Kabupaten Buol kami segera kirimkan saat ini juga ke DPR RI dan Pemerintah Pusat,” tegasnya.
RED














