Tojo Una-Una, Framenews.id – Polemik pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Betaua, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, kian memanas.
Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tojo dan Tojo Barat menggelar aksi damai, Selasa (17/2/2026), mendesak pemerintah daerah segera mempercepat realisasi proyek pendidikan tersebut.
Aksi yang dipusatkan di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat itu dipimpin Koordinator Lapangan Syafrin Longku.
Massa menyatakan dukungan terhadap program strategis nasional Presiden RI Prabowo Subianto, namun menilai proses di daerah justru diwarnai hambatan dan polemik berkepanjangan.
Dalam orasinya, Syafrin meminta Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una tidak membiarkan persoalan administratif maupun isu hukum menghambat pembangunan fasilitas pendidikan yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
“Sekolah Rakyat ini bagian dari program nasional. Jangan sampai tersendat karena persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan secara terbuka dan profesional,” tegasnya.
Massa juga menyoroti pemanggilan sejumlah pemilik lahan oleh aparat penegak hukum terkait dugaan mark up ganti untung lahan.
Aliansi meminta Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah bersikap objektif dan tidak menimbulkan persepsi kriminalisasi terhadap masyarakat.
Menurut mereka, polemik hukum yang berkembang berpotensi menciptakan ketegangan sosial di tengah masyarakat Desa Betaua, jika tidak ditangani secara transparan dan proporsional.
Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat.
Ia memastikan proses perencanaan dan penentuan lokasi telah melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Pemerintah daerah, lanjutnya, tetap membuka ruang komunikasi dengan seluruh pihak agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan tanpa hambatan dan sesuai koridor hukum.
RED










