Bogor, Framenews.id – Puluhan massa Pemuda Bogor Bersatu (PBB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bogor, Senin (1/12/2025).
Masa aksi menuntut pencopotan Pelaksana Tugas (PLt) Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor. PBB menila ketidakmampuan PLt Direktur menyebabkan banyak permasalahan yang tidak bisa diselesaikan.
PBB juga meminta, agar dilakukan audit total terhadap proyek Gedung PSC 119 yang menghabiskan anggaran Rp6,4 miliar dan ditemukan banyak retakan pada bangunannya.
Masa aksi juga meminta agar kasus dugaan malpraktik di RSIA Nuraida yang menyebabkan seorang pasien lumpuh seumur hidup, serta menyampaikan hasil investigasi secara terbuka kepada publik
” Kami menegaskan bahwa kasus dugaan malpraktik di RSIA Nuraida yang menyebabkan seorang pasien lumpuh seumur hidup adalah bentuk kegagalan fatal dalam standar pelayanan medis Hingga kini, tidak ada penanganan yang transparan dan akuntabel dari pihak rumah sakit maupun Dinas Kesehatan, sehingga menimbulkan kekecewaan dan kemarahan publik”. Tegas Ketua Badan Pengurus Harian PBB, Alvian.
Aksi yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut berlangsung tertib dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian setempat.
RED




