Poso

Diduga Wanprestasi , Pemodal Tarik Peralatan Dapur MBG di Poso Pesisir Selatan

×

Diduga Wanprestasi , Pemodal Tarik Peralatan Dapur MBG di Poso Pesisir Selatan

Sebarkan artikel ini

Poso , Framenews.id – Konflik kerja sama antara pemodal dan mitra yayasan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Poso Pesisir Selatan berujung pada penarikan seluruh peralatan dapur. Peristiwa tersebut terjadi di dapur SPPG MBG Desa Patiwunga.

Penarikan dilakukan oleh pemodal setelah kerja sama pengelolaan dapur MBG dinilai tidak berjalan sesuai kesepakatan awal.

Advertisement
Example 468x60
Scroll untuk lanjut membaca

Sejumlah peralatan dapur yang ditarik di antaranya ompreng, tabung gas LPG 12 kilogram, rice steamer, meja stainless steel, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.

Selain itu, peralatan kantor seperti meja biro, kasur, karpet, lemari plastik, hingga printer juga turut diambil.

Pemodal sekaligus bapak angkat Dapur SPPG MBG Poso Pesisir Selatan, Made Kajeng, menyebut langkah tersebut terpaksa dilakukan karena tidak adanya itikad baik dari mitra yayasan, Olga Bawer, dalam menyelesaikan persoalan kerja sama.

Menurut Made, kesepakatan awal adalah dirinya memodali pembangunan dapur serta pengadaan seluruh peralatan operasional SPPG MBG. Dari kerja sama tersebut, disepakati adanya pembagian keuntungan setelah dapur beroperasi, disertai pengembalian modal secara bertahap.

Namun, setelah dapur mulai beroperasi pada 8 Desember 2025, pihak mitra yayasan dinilai tidak transparan, khususnya terkait laporan operasional dan pengelolaan keuangan dapur.

“Saya tidak menagih keuntungan. Saya hanya meminta pertanggungjawaban pengelolaan dapur dan laporan operasional, tetapi sampai dapur ini berhenti sementara tidak pernah disampaikan kepada saya,” kata Made.

Ia juga mengungkapkan, selama proses pembangunan hingga operasional dapur, hampir seluruh kebutuhan mitra yayasan ditanggung olehnya, mulai dari bahan bakar kendaraan, bahan bakar mobil pengantar MBG, hingga kebutuhan operasional lainnya.
Upaya mediasi melalui Pemerintah Desa Patiwunga juga telah dilakukan. Namun, mediasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.

“Yang bersangkutan hanya bersedia mengembalikan modal dan tidak mengakui kesepakatan kerja sama pembagian keuntungan yang telah disepakati,” ujarnya.

Sementara itu, Arfan, SH, selaku penasihat hukum Olga Bawer, menyampaikan pihaknya telah berupaya mencari solusi terbaik atas konflik tersebut. Namun kliennya tetap bertahan pada sikap untuk hanya mengembalikan modal yang telah dikeluarkan oleh pemodal.

Di sisi lain, Kepala SPPG MBG Kecamatan Poso Pesisir Selatan Desa Patiwunga, Rahmawati, mengaku prihatin atas konflik yang terjadi karena berdampak langsung pada keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut.

“Kami sangat prihatin. Harapan kami ada titik temu dari kedua belah pihak agar dapur MBG bisa kembali beroperasi,” ujar Rahmawati.

Rahmawati menjelaskan, SPPG MBG Desa Patiwunga melibatkan sekitar 43 orang relawan yang bekerja di dapur.

Selain itu, terdapat lebih dari 700 orang penerima manfaat yang bergantung pada program MBG di wilayah Poso Pesisir Selatan.

Proses pengambilan peralatan dapur sempat diwarnai ketegangan. Namun setelah dilakukan komunikasi, penarikan peralatan akhirnya berjalan aman dan kondusif.

RED

Example 468x60
error: DILARANG MENGCOPY KONTEN TANPA IZIN REDAKSI FRAMENEWS.ID