Buol, Framenews.id – Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo dan Wakil Bupati Moh. Nasir Dj. Daimaroto, berbagai dinamika mewarnai jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Buol.
Selama setahun memimpin, pasangan yang dikenal dengan sebutan Bowo–Nasir ini tidak terlepas dari kritik publik. Namun, setiap kritik dipandang sebagai bagian dari kontrol sosial yang konstruktif.
Pemerintah daerah menilai masukan tersebut sebagai rujukan penting dalam melakukan evaluasi serta perbaikan tata kelola pemerintahan ke depan.
Sejak dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, Bowo–Nasir langsung mengikuti agenda pembekalan atau retret kepala daerah di Magelang.
Momentum tersebut menjadi titik awal penguatan komitmen kepemimpinan mereka dalam menjalankan program pembangunan lima tahun ke depan.
Sepulang dari agenda tersebut, kepemimpinan Bowo–Nasir mulai bekerja secara sistematis sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan.
Fokus utama diarahkan pada pembenahan birokrasi, peningkatan pelayanan publik, penguatan sektor pertanian dan perikanan, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam perjalanannya, berbagai kebijakan dan langkah strategis terus dievaluasi agar tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa proses pembangunan bukan hanya tentang capaian, tetapi juga tentang kemampuan mendengar aspirasi rakyat dan melakukan koreksi bila diperlukan.
- Satu Tahun Kepemimpinan Bowo–Nasir di Buol, Bukan Hanya Narasi Namun Langkah Nyata Perbaikan Birokrasi dan Program Pembangunan
Dengan visi misi “Agamis, Agropolitan, Maju dan Berkelanjutan”, satu tahun kepemimpinan Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo (Bowo) dan Wakil Bupati Moh. Nasir Dj. Daimaroto mulai menunjukkan sejumlah capaian dalam tata kelola pemerintahan serta pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Buol.
Mengusung visi tersebut, duet Bowo–Nasir menegaskan arah pembangunan daerah tidak berhenti pada slogan, melainkan diwujudkan dalam langkah konkret yang menyentuh birokrasi hingga masyarakat.
- Perbaikan Tata Kelola Birokrasi
Sejak awal masa jabatan, pembenahan birokrasi ditempatkan sebagai fondasi utama.
Penataan struktur organisasi perangkat daerah dilakukan untuk memperkuat efektivitas pelayanan publik.
Disiplin ASN diperketat, evaluasi kinerja rutin digelar, serta penguatan koordinasi lintas OPD terus didorong.
Transparansi pengelolaan anggaran menjadi salah satu fokus dengan mendorong sistem kerja yang lebih akuntabel dan berbasis kinerja.
Langkah ini dinilai penting agar setiap program benar-benar berdampak langsung pada masyarakat.
- Penguatan Sektor Agropolitan
Sebagai daerah yang bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan, konsep agropolitan menjadi prioritas pembangunan.
Pemerintah daerah mendorong peningkatan produksi pertanian, distribusi pupuk yang lebih tertata, serta penguatan kelompok tani dan nelayan.
Program pendampingan serta sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi terus dilakukan untuk membuka akses pembiayaan dan pasar bagi petani lokal.
Upaya ini diarahkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sebagai tulang punggung ekonomi Buol.
- Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Dasar
Di bidang infrastruktur, sejumlah ruas jalan strategis mulai mendapat perhatian, termasuk peningkatan akses menuju sentra produksi pertanian dan kawasan pemukiman.
Perbaikan sarana pendidikan dan fasilitas kesehatan turut menjadi bagian dari agenda prioritas.
Selain itu, penguatan pelayanan publik berbasis digital mulai diperkenalkan untuk memangkas birokrasi yang berbelit dan mempercepat layanan kepada masyarakat.
- Penguatan Nilai Agamis dan Sosial
Visi agamis diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan keagamaan, pembinaan generasi muda, serta penguatan nilai-nilai moral dalam tata kelola pemerintahan.
Pemerintah daerah juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bentuk kedekatan dengan warga.
- Komitmen Berkelanjutan
Menjelang satu tahun kepemimpinan, Bowo–Nasir menegaskan bahwa capaian awal ini merupakan pijakan untuk langkah yang lebih besar ke depan. Evaluasi program terus dilakukan agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan terarah.
Masyarakat mulai merasakan sejumlah perubahan, meski tantangan ke depan masih cukup besar. Tahun pertama ini menjadi penanda bahwa kepemimpinan Bowo–Nasir tidak sekadar menghadirkan narasi, tetapi juga langkah nyata dalam membangun Buol yang lebih baik.
Memasuki tahun kedua, Bowo–Nasir berkomitmen memperkuat fondasi yang telah dibangun, memastikan program prioritas berjalan konsisten dan berkelanjutan demi kemajuan Kabupaten Buol.














