Buol, Framenews.id – Pemerintah Kabupaten Buol mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027. Melalui Forum Konsultasi Publik RKPD, Pemkab menargetkan lompatan pertumbuhan ekonomi hingga 7,91 persen sebagai bagian dari strategi percepatan pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting.
Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Buol Tahun 2027 digelar di Aula Pobokidan Lantai II Kantor Bupati Buol, Jumat (20/2/2026).
Agenda ini menjadi tahapan penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih terarah, terukur, dan sinkron dengan pemerintah provinsi maupun pusat.
Kegiatan dihadiri langsung Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, Wakil Bupati Moh. Nasir Dj. Daimaroto, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, Raja Buol dan Dewan Adat, perwakilan Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan ruang strategis untuk menyatukan persepsi pembangunan.
Bupati menekankan RKPD 2027 harus mampu menjawab persoalan riil daerah.
Saat ini, kondisi makro Kabupaten Buol masih menghadapi tantangan.
Pertumbuhan ekonomi berada di angka 3,31 persen, tingkat kemiskinan 13,08 persen, dan prevalensi stunting mencapai 36,9 persen. Angka tersebut dinilai membutuhkan intervensi lintas sektor yang terintegrasi.
“Tema pembangunan 2027 difokuskan pada penguatan sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan sebagai motor utama ekonomi daerah,” tegas Bupati.
Penyusunan RKPD 2027 mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
Kepala Bappeda-Litbang Buol, Satar MS Badang, memaparkan target makro 2027 meliputi pertumbuhan ekonomi 7,91 persen, penurunan kemiskinan menjadi 10,91 persen, peningkatan IPM menjadi 72,66, serta penurunan signifikan angka stunting.
Tujuh agenda strategis disiapkan, mulai dari penguatan SDM, ekonomi inklusif berbasis SDA dan digital, reformasi birokrasi, stabilitas sosial, pembangunan berbasis desa, hingga penguatan infrastruktur.
Perwakilan Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Busman, menekankan pentingnya sinkronisasi dengan tema RKPD Provinsi 2027 yakni akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui mobilitas investasi dan peningkatan kualitas SDM.
Melalui forum ini, Pemkab Buol menegaskan komitmen menghadirkan perencanaan yang efektif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
RED














